RSS

The Untold History: Hikmah Pararaton ~> antara GM, BG, dan Dyah Pitaloka Citraresmi

16 Jun

Hikmah Pararaton: BG & GM

10426119_10204570206599904_2391930253639626668_nAlkisah, ada seorang ajudan raja Majapahit yang bernama Gajah Mada (GM), dia dikenal sebagai prajurit yang setia dan cinta pada negerinya, cakap, ahli strategi dan berintegritas tinggi.

Singkat cerita, karena loyalitasnya kepada sang raja, Gajah Mada diangkat menjadi seorang Mahapatih, sebuah karir tertinggi dan paling bergengsi bagi seorang yang bukan titisan raja.

Suksesi Gajah Mada berjalan mulus, semulus karir militer dan politiknya sebagai Mahapatih Majapahit yang tersohor di wilayah Asia Tenggara.

Selang seribu tahun kemudian, ada seorang ajudan Kepala negara, sebuah negara yang menjadi penerus Kerajaan Majapahit. Ajudan itu BG namanya, pendek kata, loyalitas, kecakapan dan integritas BG tak kalah dengan GM, sama-sama kader terbaik di kesatuannya.

Singkat cerita, BG diajukan sebagai calon Kepala Korp Bayangkara (note: kesatuan GM juga bernama Pasukan Bayangkara). Setelah lolos fit & proper test, BG tak-kunjung jua dilantik oleh sang Kepala Negara.

oooo… suksesi dan karir BG ternyata tak semulus pendahulunya di 1000 tahun yang lalu….

dan selidik-punya selidik, ternyata, di masa Majapahit dulu, belum ada KPK…

Hikmah Pararaton: Pitaloka, Simbol Kecantikan Putri Sunda Yang Tak Terabadikan

dyah_pitaloka_citraresmi_by_udayapu-d8a924n

Image Dyah Pitaloka Citraresmi ciptaan Udayapu

Siapa yg tidak pernah dengar “Sumpah Palapa”nya Gajah Mada, Mahapatih (perdana menteri) Majapahit. Konon, Gajah mada bertekad untuk menyatukan Nusantara (Asia Tenggara) sampai ia boleh makan lagi buah Palapa. Sebentar, kenapa bukan buah “Maja” aja ya?? Inikan Majapahit??

Gajah Mada cemerlang karirnya di 3 Rezim kerajaan Majapahit: 1. Sebagai komandan Pasukan Bayangkara Jayanagara, 2. Mahapatih Tribuvana dan 3. Mahapatih Hayam Wuruk.

Singkat kata, seluruh Nusantara telah tunduk di bawah kekuasaan Majapahit, bahkan sampai ke wilayah Bima, Negeri Nenek Moyangnya guru saya yang satu ini.

Namun masih ada satu kerjaan yang belum dapat ditaklukkan oleh Majapahit, Kerajaan Pajajaran namanya, dan inilah negeri kakek-nenek saya #cling.

Konon, Kerajaan Pajajaran memiliki putri yg sangat cantik, Dyah Pitaloka Citraresmi nama lengkapnya, Pitaloka panggilannya. Singkat cerita, mbak Pitaloka dipinang oleh Raja Hayam Wuruk, Raja kerajaan adidaya se-ASEAN. Hayam Wuruk saat itu masih muda, tampan rupawan dan pandai.

Perawan ituh, dilamar PNS aja klepek2, apalagi dilamar Raja? Siapa yg tidak mau?

Dianggap sebuah kehormatan, Pajajaran menyetujui putri kerajaannya dinikahkan dengan Raja Hayam Wuruk ~> Mungkin inilah cikal bakal perkawinan politik di negeri ini.

Setelah Rombongan Kerajaan Pajajaran tiba di guest house-nya Majapahit, di Bubat, Gajahmada menjelaskan kepada sang Raja Pajajaran bahwa Pitaloka akan dijadikan selir Raja Hayam Wuruk, bukan permaisuri raja.

img_20121024145039_50879dcf08313

Patung Gadjah Mada di air terjun Madakaripura, Lumbang, Probolinggo

WHAATT???!!!!!…eh, salah…KUMAHA???!!!

Tidak terima dengan penjelasan Gajah Mada, Raja Pajajaran (Sri Baduga Maharaja) membatalkan pernikahan. Gajah Mada yg khilaf, karena niatnya untuk menjadikan Pajajaran sebagai koloni Majapahit gagal, melakukan aksi militer yg selanjutnya dikenal dengan peristiwa Perang Bubat. Disinilah berakhir nafas kehidupan sang putri cantik dari tanah sunda: meninggal qobla dukhul.😦

Seribu tahun kemudian, seorang putra dari orang No.1 di Negri Majapahit-muda dinikahkan dengan putri seorang Pimpinan Parpol yg diproyeksikan akan membangun dinasti baru di negeri ini, Dinasti RJS namanya, menggantikan Dinasti YDN.

Singkat kata, upacara perkawinan berhasil dilaksanakan, sukses dan mulus, dengan ribuan tamu berdatangan dari seluruh pelosok negeri.

Sayang proyeksi politik-kekuasaan tadi sirna begitu saja, seiring dengan meredupnya pamor sang calon pengganti yg dikalahkan dalam pertempuran Pilpres 2014.

~> Dan ternyata, nasib perkawinan politik itupun mewarisi nasib kegagalan perkawinan politik 1000 tahun yang lalu.

Epilog: Ini adalah hasil permak tulisan seorang sahabat penikmat kopi yang multitalent: hobi megang palu, teknisi komputer yang mahir, Imam Masjid dan Faqih di kampungnya, plus merangkap sosok sutradara jenius yang gagal handal

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Juni 2015 in Uncategorized

 

One response to “The Untold History: Hikmah Pararaton ~> antara GM, BG, dan Dyah Pitaloka Citraresmi

  1. Putra Svarnadvipa

    16 Juni 2015 at 7:10 am

    wooww…. sebuah cerita yang takpernah terceritakan, sebuah dongeng yang takpernah didongenkan…

    Djempol A’..!!!

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: