RSS

Perjalanan Umroh part 1: Pendahuluan

01 Jun

Blog ini terlantar dari tahun 2011. Sekian lama saya lebih fokus nulis di blogperadilan.blogspot.com dan media cetak +  jurnal karena bisa dimonetize ,juga mencoba tekun menanam duren di kebun belakang. Mencoba nulis lagi di sini, ttg perjalanan Umroh kemaren, sblm ingatan ini sirna tergerus tekanan hidup yang amat sangat indah.

Mulai

Tanggal 27 Mei 2015, hari yang telah saya nantikan akhirnya tiba: berangkat menuju tanah suci Mekkah dan Madinah utk menunaikan ibadah Umroh bersama Ayah Ibu dan Adik-adik tercinta, menjadi tamu-Nya selama 2 minggu kedepan.

Kesampaian juga niat yang selama ini terpendam: Melihat langsung tanah suci umat Islam, seperti apa suasana kota Mekkah Al-Mukarromah dan Madinah Al-Munawwarah, melihat dan merasakan sendiri beribadah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Alhamdulillah, labbaikallahumma labbaik.

Ah, no words can describes this feeling. Antara deg-deg-an mau ibadah campur deg-degan karena uang saku yang mepet. #Eh #Sebentar

Pengalaman tentang umroh ini akan saya jadikan beberapa bagian, karena saking banyaknya kisah yang saya dapatkan disana – selain dapat oleh-oleh tentu saja. Ha ha ha, Indonesia banget yak, asal jangan bawa oleh-oleh Gantungan Kunci saja😀

Sepertinya ini adalah foto favorit Ustadz Al-Habsyi #CiumTangan

Sepertinya ini adalah foto favorit Ustadz Al-Habsyi #CiumTangan

Keberangkatan umroh menggunakan jasa Travel Al-Habsy, punya Ustadz Al-Habsy. Ndak tau beliau? Itu loh, sosok yang rajin mengisi acara Ceramah di TV, juga pengarang buku “Ada Surga Di Rumahmu + artist pemeran film dengan judul yang sama.

Oke, saya sudah ikut promosi, baiklah, besok tagih royalty dari beliau #ups

Hari keberangkatan dimulai dengan satu kejadian biasa bagi seorang yang ceroboh nan pelupa: Buku Panduan Bacaan Doa Umroh dari Travel Al-Habsy hilang! Elhadalah, setelah sampe Adisucipto baru ingat kl tu buku ketinggalan di rumah ortu, ditemani dengan beberapa buku lain yang saya sudah borong di Yogya. Untungnya panitia travelnya baik-baik, saya minta lagi, dan tidak pake lama langsung dikasi yang baru. Thanks a lot🙂

Kebetulan ortu sudah berangkat Umroh 3 kali (plus Haji 1 kali), dan saat keberangkatan, beliau nyletuk: “Na, Travel Al-Habsy kayak gini ini yang pelayanannya bagus, jamaah2-nya dibimbing, jadi bisa doa2 bareng, ndak sendiri-sendiri”. Minimal, jamaah tidak dibiarkan keleleran diselasar bandara & kebingungan doa sendiri-sendiri, dipandu oleh petugas sejak awal keberangkatan.

Dan ini yang paling penting bagi para penyelenggara travel haji/umroh dimanapun: Memandu para Jamaah! Karena tidak semua orang hafal + berpengalaman dalam perjalanan jauh, apalagi utk haji/umroh. Kl tidak dipandu, bisa kacau semua, cuma hafal doa Rabbana Atina…..

Yak, promosi Travel Al-Habsy untuk yang kedua kalinya. Royalty…royalty…

#CekRekening

Lets the trip begin: Berangkat dari Jakarta menuju Jeddah jam 21.00 WIB, sempat nyantol di Kualanamu (Medan) dan Ahmadabad (India) buat pitstop ngisi bensin Citilink, trus berangkat lagi, dan sampai tujuan jam 11 siang waktu Jeddah. (bener ndak ya waktunya? Ya, pokoknya begitulah).

Lama perjalanan Jakarta-Jeddah sekitar 12 jam (krn pake acara pitstop tadi). Kalau pesawat langsung Jakarta-Jeddah, lama perjalanan hanya 9 jam, cukup utk membuat jetlag telak dikepala. Selisih waktu antara Indonesia dan Arab Saudi = 4 jam.

Bandara King Abdul Aziz yang luas tapi lengang, karena bukan musim Haji

Sampai disana langsung cek Paspor dgn background bandara King Abdul Aziz yang luaaassss. Hebat banget Arab Saudi inih, bikin bandara segini gede tapi jarang kepake, kepake maksimal hanya pas musim haji, sekali setahun.

Arab Saudi benar-benar negeri kaya raya yang diberkahi oleh-Nya. Sebagaimana dlm QS. Al’Isra: “…..yang telah menjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi negeri sekelilingnya….”.

Q: “Disana panas ndak mas?”

A: “Ojo takon nek bagian kui, nengke ae, nikmati…” -_-‘

Arab Saudi: Negeri Bebas Pajak

Sebagai intermezzo, ingat2lah selalu satu hal penting: Pernah terbayang negeri yang tanpa Pajak? Yak, Arab Saudi adalah salah satunya. Pajak = Haram! Titik!

Walau tanpa pemasukan Pajak, tapi negeri ini sangat kaya raya. Pemasukan negara berasal dari pengolahan hasil bumi, perdagangan, dan jamaah Haji/Umroh. Arab Saudi memang negeri merchant/perdagangan, nyaris sama seperti Singapura.

Negeri ini gersangnya naudzubillah, tapi jangan tanya masalah kekayaannya. Mereka enteng saja buat jalan raya 6 lajur kiri-kanan non tol, buat gedung tinggi dimana-mana, bahkan sampe iseng merubah gurun pasir jadi hijau (sebagai contoh adl Padang Arafah, nanti di part kesekian akan kita bahas).

Saya langganan AutoMild, tapi tetap tidak tau ini mobil apa #nelangsa

Saya langganan AutoMild, tapi tetap tidak tau ini mobil apa #nelangsa

Sehingga, jangan heran jika kita bakal sering melihat mobil-mobil mewah berseliweran dijalan….dalam kondisi penyok #mad . Berkali2 saya ketemuan dengan Bumble Bee, si Transformer Kuning jelmaan Chevrolet Camarro, yang juga penyok. Ampun syeikh. #berlutut

Semua pengangguran disana mendapatkan tunjangan (kalau tidak salah) 10.000 riyal/bulan, selama setahun. Jika si pengangguran itu adalah hafidz Al-Qur’an, maka tunjangan tetap didapatkan.

Pendidikan dan kesehatan juga gratis. Tidak cuma pendidikan, tapi juga plus buku-buku pun gratis. Anggaran kesehatan mencapai 3500T/tahun, bandingkan dengan total APBN kita yg cuma 2000T/tahun. Duh, sakitnya inih, seperti keselek tulang sapi.

Ada guyonan diantara para calon mahasiswa galau pencari beasiswa luar negeri, jika disuruh memilih Arab Saudi vs Mesir: “Pilih mana? Beasiswa Kuliah di Arab Saudi yang banyak uang tapi minim hiburan, atau pilih Beasiswa Kuliah di Mesir yang duitnya dikit tapi hiburan bejibun?

Negatif Arab Saudi ada tidak? Jelas! Nyaris 50% penduduk Arab Saudi menderita diabetes…dan kegemukan😀 . Mungkin karena hidupnya terlalu enak, jadi malah terlena, dan jadi sarang penyakit😀

Kata adik saya, yang kebetulan kerja di jawatan pajak negara, sebenarnya Indonesia itu juga kaya raya. Jikalau saja seluruh pejabat di NKRI ini lurus, bersih dan jujur, bukan hal mustahil kita bisa seperti Arab Saudi. Dengan pemasukan pajak seperti sekarang, kita bisa melakukan itu, walau tanpa pemasukan pajak sekalipun, kita juga bisa.

Tapi, ya itu syaratnya….para pejabat kita diconvert jadi seperti para pejabat di Arab Saudi. Susah ndak sih?

Perjalanan Hari Pertama: Jeddah – Madinah (6 jam)

Jalan 3 lajur kiri kanan + 2 lajur bonus di kiri-kanan...bukan tol

Jalan 3 lajur kiri kanan + 2 lajur bonus di kiri-kanan…bukan tol

Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam, dengan pemandangan mobil-mobil super mewah yang sliwar-sliwer dikiri-kanan, plus indahnya pemandangan gurun pasir yang tandus (anggap saja indah), akhirnya kita sampai di Madinah Al-Munawwarah, kota Nabi SAW.

Sampai disana sekitar jam 8 (Isya). Ayah langsung mengajak kami bertiga menuju Masjid Nabawi….

….

To Be Continued, cerita terusin di part 2, mau urus uang gajian dulu😀

….

To Be Continued, cerita terusin di part 2, mau urus uang gajian dulu😀

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juni 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: