RSS

Persiapan menjelang pernikahan

07 Apr

Saya pernah  diajak ngobrol oleh teman yang akan segera melepaskan masa jalangnya lajangnya. Banyak yang kami bahas bersama, sampai pada suatu ketika dia bertanya: “Sebenarnya persiapan menjelang nikah itu kayak apa sih? biar saya ndak kaget mas“. Wah, saya bingung juga njawabnya….

Gini, kalo cuma masalah persiapan sih teman-teman bisa baca disini, disini, disini, dan disini

saya cuma ingin membantu untuk mengingatkan beberapa hal sepele yang saya anggap penting:

1. Yang harus diingat dan dicamkan oleh semua orang yang akan menikah adalah bahwa jangan pernah percaya dengan perkataan orang bahwa rumah tangga awal itu dimulai dari NOL, karena rumah tangga awal itu dimulai dari MINUS!!!! Percayalah terhadap hal tersebut. Maksudnya: Jika berkaitan dengan ekonomi, janganlah berharap banyak terhadap suami ato istri yang baru kita nikahi, mereka masih baru dalam menjalani hidup, kemampuan ekonomi belumlah seberapa. Semua orang juga  pernah menjalani masa-masa Sulit. Ndak usah berpikir rumit, anggap saja ini adalah suatu tahapan kehidupan yang harus kita alami. Lagipula, pernah sengsara itu membanggakan lho, karena suatu saat, jika kita dimintai nasehat ato cerita tentang masa muda kita, yang akan kita ceritakan adalah kesusahan dan kesulitan yang pernah kita alami dan bagaimana kita bisa bertahan menghadapi hal tersebut, bukan hal-hal yang membahagiakan dan menyenangkan yang akan kita ceritakan, bukan begitu kawan???

2. NIkah itu bukan kayak matematika 1 + 1 = 2, tetapi 1 + 1 = tak terhingga. Silahkan hitung sanak saudara yang kita punya dan dia punyai, belum lagi kalo dihitung dari keturunan keberapa dari kakeknya kakek ato anaknya saudara dari bibi kakaknya paman, ato lebih rumit dari itu. Jadi, bersiaplah untuk mendadak menjadi keluarga besar dan tau-tau punya sodara yang luar biasa banyaknya. Karena orang banyak, mereka punya sifat yang berbeda-beda, jadi…nikmati sajah, jangan dimasukin hati, sodara komentar itu biasa, artinya mereka perhatian sama kita. Cukup, jangan diartikan lain, ntar kepala tambah sakit.

3. Terima pasangan kita apa adanya, tidak ada manusia yang sempurna, kita harus ingat bahwa kadangkala ketertarikan kita terhadap pasangan adalah karena beberapa perbedaan yang ia miliki. Jadikan perbedaan itu selalu tetap menarik, jangan pernah berpikir bahwa pasangan kita suatu saat akan membosankan. Kacau ntar. Jangan sampai penyebab ketertarikan kita adalah juga penyebab kebencian kita.

4. Ntar yang ini kelewatan…setelah menikah, apalagi punya anak, maka kita akan bersyukur bahwa ketika masih muda dulu kita rajin begadang. Latihan begadang dari sekarang bukanlah suatu hal yang salah, apalagi kalo kita dalam posisi tidur termasuk kategori Beruang Kutub ato Badak yang susah bangun, dijamin sengsara. Ndak percaya??? Silahkan tanya penderitaan mas kita yang satu ini yang dengan tawakkal dan pasrah menerima lemparan bantal ato guling ato barang lain dari istri tercinta ketika anaknya bangun di tengah malam n dia tetap damai ngorok.😀

5. Ingat, seorang suami mempunyai hak dan kewajiban, begitu pula istri juga punya hak dan kewajibannya sendiri-sendiri. Jadi jangan maksa kalo pengen apa-apa,  karena ndak usah dipaksa pun kadang-kadang kita juga kewalahan ngelayaninnya. Jadi lah pasangan hidup yang bijaksana.

6. Apa yang membuat kita semakin akrab dengan pasangan? Menurut saya: Kerjasama kita dalam mempersiapkan pernikahan, itu yang akan membuat kita lebih akrab dan semakin dekat. Ndak ngaruh mau pacaran berapa tahun ato malah ndak pacaran sekalipun. Tapi, kemudian, kerjasama itu juga harus dilanjutkan dalam hidup berumah tangga dong, Berat sama dipikul ringan sama dijinjing, kalo cape gantian siapa yang diatas ato siapa yang dibawah, ndak ada yang lebih dalam rumah tangga, suami dan istri itu setara. Pernah dengar ungkapan: Di belakang seorang laki-laki hebat pasti ada seorang wanita yang hebat pula. (dan kadang-kadang didepan, disamping, diatas, ato dibawah juga ding, he he he)

7. Terakhir, bersyukurlah kalo udah mau menikah, karena banyak teman kita yang lain yang belum mendapatkan kesempatan itu.

Jadi, benarkah anda sudah bersiap untuk mengakhiri masa jalang lajang anda?

Ucapan: Selamat buat mas Melky yang udah nikah, selamat menempuh hidup baru ya mel, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah sampe aki n nini…..

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 7 April 2009 in Uncategorized

 

6 responses to “Persiapan menjelang pernikahan

  1. melky

    7 April 2009 at 5:48 am

    Makasih mas ade vatonie postingannya, bener2 pencerahan, buat nimba pengalaman dari yang udah duluan

    Hayah, sama-sama mas melky, kayaknya mas lebih pengalaman deh, he he he *mohon petunjuk*

    Suka

     
  2. M Shodiq Mustika

    12 April 2009 at 9:49 pm

    Ya, kiat-kiat tersebut emang sangat penting.
    Terima kasih./

    Suka

     
  3. wonk

    29 Juli 2010 at 4:47 pm

    terima kasihh,ini jadi masukan n ilmu ,yang bermanfaay bagi saya

    Suka

     
  4. sunan kalisogo

    1 Januari 2011 at 9:17 am

    bgus banget masukanx..thx

    Suka

     
  5. me...

    25 Januari 2011 at 1:55 am

    Jadi Semangat dhe…🙂
    thank’s ya…:)

    Suka

     
  6. My Soulmate

    30 Maret 2011 at 6:57 am

    wahhh jadi pengen cepet2 nikah🙂

    mksih ya…

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: