RSS

Partai Plesetan Indonesia

05 Mar

Disclaimer: Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun, hanya sebagai tambahan wawasan dan wacana. Selamat membaca…

Sebenarnya berita udah lama, sejak sekitar tanggal 27 Februari kemarin sudah heboh dan wira-wiri di dunia maya. Mungkin teman-teman juga sudah tau tentang berita plesetan dua partai politik besar di Indonesia, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi Partai Komunis Sejahtera dan Golongan Karya (GOLKAR) menjadi Golongan Kharam oleh Muhammad Amin, seorang fesbuker dari Belanda.

Saya senyum-senyum sendiri membaca berbagai artikel yang berkeliaran dan ikut urun komen untuk menambah panas suasana di beberapa blog dan salut terhadap kreatifitas abang kita satu ini. Yah, hitung-hitung sebagai oase dan ventilasi suasana dari berbagai berita perpolitikan yang sangat menjemukan kurang menarik dan sebagai hiburan disela-sela pemandangan poster caleg yang sangat tidak tahu aturan dan membuat kumuh pemandangan menghiasi wajah kota.

Tapi kemarin pagi saya  terpingkal-pingkal lagi karena abang Amin ternyata kembali menelurkan karya besarnya, yaitu membuat plesetan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi Partai Demokrasi Indonesia Pengkhiatan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi Partai Kacau Balau wa ka ka ka ka ka.

Amin menjelaskan bahwa dia membuat 4 lambang dan nama tersebut tanpa tendensi apapun. Hasil wawancara dengan Amin tentang alasan maksudnya memang tidak terlalu kuat, tapi bagi saya pribadi ini hanyalah sebuah lelucon meskipun bagi sebagian orang dianggap tidak lucu yang menghibur. Tidak perlu kebakaran jenggot dan emosi, karena bukankah saling pancing memancing (dengan segala artinya) dalam konstelasi politik adalah hal yang biasa? Bisa kita liat dari iklan PKS yang membuat tidak nyaman sebagian partai lain, iklan partai Demokrat yag dikritik keras, perseteruan antara Golkar dan PDIP, kemelut tak kunjung habis di PKB, perpecahan warga nahdliyyin antara PKB-PKNU, saling mengklaim antara partai satu dengan yang lain, dan banyak berita menjengahkan yang lain. Belum lagi tingkah laku caleg partai yang bermaksud mencari pekerjaan. Fyuh…(udah tau isi berita cuma kayak gitu kok saya tonton juga ya? payah)

Tapi ada satu hal yang saya heran, ketika yang saling beradu tikai adalah sesama anggota parpo maka hal itu disebut black campaign. Tapi kalo itu bukan orang paspol (mis, abang Amin) maka itu disebut sebagai fitnah. HAaaaaaa, masak gitu???? kokada pembedaan terhadap nasib dan kedudukan seseorang???

Jadi begini, mari kita anggap hal yang disebutkan diatas adalah sebuah jalan lain, bahwa rakyat Indonesia itu tidaklah sebodoh dan selugu yang dibayangkan banyak orang, termasuk parpol kita. Kita sudah dewasa dan tau mana yang baik dan mana yang benar, kita sudah mampu untuk berfikir kritis dan mampu melontarkan uneg-uneg. Kita tidak diam.

Tapi, saya jadi pusing lagi karena fatwa tak berguna dari Ustadz Yusuf Mansyur yang memfatwakan bahwa mereka yang tidak mencoblos layak dicabut KTP-nya. Aduh……kita sudah kehilangan (hilangnya kharisma dan berkurangnya kelayakan untuk jadi panutan) banyak ulama dan kyai yang berkompeten dalam ilmunya hanya karena berurusan dengan politik dan berbagai hal yang sensitif di mata umat. KH. Zainuddin MZ, KH Abdurrahman Wahid, KH. Abdullah Gymnastiar, KH. Said Agil Al-Munawwar, dan beberapa ulama lain yang menceburkan diri di kotornya politik kekuasaan dan menyinggung wilayah sensitif umat adalah contoh nyata. Meminjam istilah dari seorang teman: “Ustaz Yusuf Mansyur kalo bisa jangan sampai di “a’a Gym”-kan“….weks, bahaya, ntar ustadz kita berkurang satu lagi…jangan ah…..

ah, sudahlah…kembali ke masalah partai tadi…

Bagi yang tertarik melihat bentuk lambang PKS, Golkar, PKB, dan PDIP versi Abang Amin, silahkan klik taut di atas…..

Selamat tersenyum di pagi yang indah ini…..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Maret 2009 in Uncategorized

 

2 responses to “Partai Plesetan Indonesia

  1. dodi

    5 Maret 2009 at 3:20 am

    saya pernah menulis artikel pendek yang belum selesai, judulnya “Lastri”
    disana saya mengungkapkan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik, bukan faham an-sich.
    saya bukan simpatisan PKI, tapi menurut saya, Partai politik adalah representasi dari aspirasi golongan, jika kita mau lebih arif, Partai Politik jangan suka diidentikan dengan urusan transenden, karena itu urusan tuhan.
    kita hanya beraktualisasi, dan itu bebas, siapapun boleh membuat dan mengikuti partai politik dan bentuk apapun.
    oleh : Presiden Partai Embun Pagi

    Mohon petunjuk pak Presiden😀

    Suka

     
  2. wiwit r fatkhurrahman

    5 Maret 2009 at 4:28 am

    terima kasih sudah pink balik di blog saya…

    salam dan sukses selalu.

    Saya terimakasih juga mas, maaph kalo kurang pas…:D

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: