RSS
Sampingan
02 Mar

Kemarin abis nonton “Death Race“. Filmya bagus. aksi laganya mantap (Jason Satham punya nda…). Balapannya yang seru nan sadis didampingi  navigator mlenukh yang bakal mengocok adrenalin. Tapi bukan itu intinya…ada sesuatu yang sangat menarik bagi saya di film itu. Sebuah kata-kata mendalam yang sangat mengena dan sempat membuat saya merenung.

Sebelumnya,  ketika saya mengikuti jalan ceritanya, saya jadi teringat dengan beberapa film lain, yaitu Ocean Twelve, The One dan Rogue Assasins/WAR. Ada benang merah yang menghubungkan 4 film itu (sambil ngingat yang lain, mmmm) yaitu tentang indahnya balas dendam, dan seseorang yang menjadi lebih baik ato berusaha menjadi yang terbaik dan menjadi lebih kejam setelah kehilangan orang yang sangat ia cintai.

Jadi ingat juga sama lagunya System of a Down: “Sweet Revenge”😀

Di salah satu adegan, Jason ditanyai oleh Hennesey, si pengelola penjara: “Apakah engkau mampu untuk menjamin masa depan yang baik untuk anakmu (dan keluargamu)? Tempatmu adalah disini, biarkan anakmu menyongsong masa depan yang lebih baik tanpamu bersama orang lain yang lebih baik…” (kalo’ ndak salah, CMIIW).

Saya sempat terpana sebentar, saya pause film (hayah) dan berpikir sejenak, berandai-andai apabila saya berada dalam posisi yang sama dan memang kebetulan saya sekarang adalah seorang ayah dari seorang anak yang suangat lucu apa yang akan saya jawab.

Pikiran melayang-layang, mencari-cari, berputar-putar mencari jawaban…lho, kok, malah pusing? Udah ah, diterusin lagi nontonnya…
*segera ambil kembali cemilan dan membuat kopi -lagi- yang udah habis*

Di akhir film, sang jagoan kita mempertontonkan sebuah epilog yang sangat sempurna, sebuah kalimat yang sangat-sangat bagus. Sebelumnya, kembali ke pertanyaan di atas, apa tanggapan dia? Ini jawabannya (vatonie version):

Aku tidak tau apakah aku bisa memberikan masa depan yang baik kepada anak dan keluargaku, aku ini bukan manusia sempurna, dan Tuhan tau bahwa aku tidak sempurna, tetapi Tuhan tetap percaya memberikan amanah ini kepadaku. Jadi, aku berpikir secara sederhana bahwa tidak ada yang menyayangi anak dan istriku melebihiku sayangku kepada mereka, dan bagiku itu sudah cukup untuk menjamin masa depan mereka

THE END……………………………….

Menjadi Ayah terbaik….

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2009 in Uncategorized

 

One response to “Menjadi Ayah terbaik….

  1. tenane

    20 Maret 2009 at 3:22 am

    tenane de…anakku 2 dino iki puanase pol….mugo2 seger kuwarasan kabeh keluargamu yo:)

    Amin-amin-amin….lah, anakmu loro tha??? wis mari rung??? mugo-mugo ndang sehat yo…

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: