RSS

Ponari dan Dewi, “Putra dan Putri Petir”

18 Feb

Dah capek nulis n membahas secara serius tingkah laku adik-adik kita ini….

“Ponari Putra Petir” memang hebat. Dengan pemasukan sehari 50 juta rupiah, penghasilan adik kita ini hampir menyamai gaji Steve Job CEO Apple (asumsi $1 = 11.000). Dibandingkan dengan pemasukan direktur dan CEO perusahaan Indonesia??? Jauhhhhhh, Jelas lewat……Apalagi dibandingin gaji hakim, sedih😦

dan Ponari adalah anak dermawan,  dia sisihkan uang 70 juta untuk menyumbang masjid, tapi lupa untuk menyisihkan “bagi hasil” pendapatannya dengan tetangga sekitar. Hasilnya bisa ditebak, ayah ponari dipukuli karena tetangganya ada yang iri belum mendapat bagian dari penghasilan ponari. Ironis….

Akhirnya, karena adik kecil kita sudah capek melayani para penggemar pasiennya, yang sempat mengakibatkan dia masuk rumah sakit karena ponari sendiri pun tidak yakin dengan kemampuan penyembuhan “batu sakti” nya (ada dukun datang ke dokter, goblog), ponari menyuruh sebagian pasiennya untuk pindah dan berobat ke rumahnya si “Dewi Putri Petir”, ngakunya si ponari sih masih sodara. Setidaknya jin penunggu batu “Putra dan Putri Petir” itu adik kakak, namanya Rono dan Rani. =))

*aduh, sakit perut, dari tadi ngakak terus*

Nah, adik “Dewi Putri Petir” ini juga punya cerita lain lagi. Adik kita yang ini menderita keterbelakangan mental, dan kebetulan bapaknya berprofesi sebagai dukun kecil-kecilan yang sering keliling mengobati orang sakit. Ntah dapat ilham dari mana, ato karena memang kesambar petir beneran, tau-tau si Dewi ini juga punya batu bertuah yang sama dengan ponari. Rumahnya juga ndak jauh-jauh amat dari rumah ponari, ya 5 kilo-an lah. Nah, karena adik Dewi sudah mulai buka praktek juga, positifnya adalah sekarang pusat keramaian terbelah menjadi dua, ndak semuanya ngumpul di rumah ponari. Jadi kalo polisi mau mengamankan kan ndak bingung-bingung amat gitu…. Sekarang kita tinggal tunggu berita tentang penghasilan dek Dewi karena buka praktek “Batu Petir”……. Taruhan: Besar mana sama ponari hayo?????

Kalo ada kesamaan di antara mereka hanya adalah korbannya pasiennya yang perlu diperiksa kepalanya buanyaakkkk buangeettt. Sampe antri berhari-hari, berkilo-kilo, berdesak-desakan (dengan pengawasan aparat kepolisian :O), kepanasan dan kehujanan, masih untung ndak mati……. fyuh.

Jadi, kalo cuma pengen jadi orang kaya, terkenal dan dipuja, ndak perlu lah jadi Steve Jobs yang pinter dan kreatif, ndak perlu jadi Mark Zucherberg yg coding gila-gilaan buat ngebikin fesbuk, ndak perlu jadi Abdul Latif ato Hari Dharmawan ato Eka Tjipta Wijaya yang bekerja keras membangun bisnis dari nol, ndak perlu jadi Bill Gates yang workaholic sampe kurang tidur mbikin software, ndak perlu jadi Soichiro Honda yang haus akan ilmu dan selalu belajar serta tahan banting penderitaan. Cukup kesambar petir, pegang batu, kumpulkan aparat desa dan kepolisian untuk sarasehan bisnis selanjutnya, kalo korban pasien dah ngumpul ya mati satu dua ndak pa pa lah. Satu lagi, hindari berurusan dengan MUI demi menghindari fatwa haram bisnis kita.😀

Tapi…..

katanya kekuatan ponari itu ilmiah lho……. haaahhhhh …….. masaaaak ……… coba tanya aja sama Prof. DR. dr. Hariyadi Suparto :O

Halahhhh

Mending nonton hentai main Zuma aja ah……

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Februari 2009 in Uncategorized

 

6 responses to “Ponari dan Dewi, “Putra dan Putri Petir”

  1. hyposchizzer

    18 Februari 2009 at 9:34 am

    huahahahahahahhahha…
    *ngakak guling2*

    🙂
    salam kenal ya…

    Suka

     
  2. afifi

    23 Februari 2009 at 7:23 am

    Gus Ipul, Wagub Jatim terpilih : Bikin aja perusahaan Minuman Raksasa berlabel “Ponari Sweet” biar nyaingi .”……Sweet”, caranya gampang masukkan “batu Ponari” itu ke “Kolam lapindo”, trus dikemas ke botol berlabel “Ponari Sweet” dijamin manusia indonesia sehat sentosa, rasah bikin obat murah, ra sah bikin rumah sakit puskesmas dll dijami indonesia bebas dari berbagai penyakit……
    Itu KALO ANDA YAKIN………………….

    Sekalian buat pabrik batu-nya malah untung besar mas, he he he
    Salam kenal

    Suka

     
  3. Irfa Razak

    26 Februari 2009 at 8:50 am

    weleh…..weleh
    ponari anak ajaib kayanya ya?
    ………werk kok ad aja orang yg kaya gtoe…….
    w juga punya nich BATU BERKUAH…..!ga jauh beda cih ama yg punya ponari….. bisa di antar ke tempat kok…………
    sarat sarat nya:
    1 sediakan gigi cadangan
    2 minimal 3 tahun d banten
    3 pakelah penghilang rasa
    yg mau pesen harap sabar krna kita kehabisan stok batu.kmrn d pake buat bkin jalan.

    Batu berkuah???? *Gogling segera*
    salam kenal mas….:)

    Suka

     
  4. Irfa Razak

    26 Februari 2009 at 9:01 am

    KALIAN INGN NGOBROL MA PONARI?………..
    KAMI PUNYA NO HPNYA…………
    ANDA BISA LANSNG BERBICARA DENGAN PONARI/ ATAU FAMYLY PONARI SI ANAK AJAIBAdik kita yang ini menderita keterbelakangan mental, dan kebetulan bapaknya berprofesi sebagai dukun kecil-kecilan yang sering keliling mengobati orang sakit. Ntah dapat ilham dari mana, ato karena memang kesambar petir beneran, tau-tau si Dewi ini juga punya batu bertuah yang sama dengan ponari. Rumahnya juga ndak jauh-jauh amat dari rumah ponari, ya 5 kilo-an lah. Nah, karena adik Dewi sudah mulai buka praktek juga, positifnya adalah sekarang pusat keramaian terbelah menjadi dua, ndak semuanya ngumpul di rumah ponari. Jadi kalo polisi mau mengamankan kan ndak bingung-bingung amat gitu…. Sekarang kita tinggal tunggu berita tentang penghasilan dek Dewi karena buka praktek “Batu Petir”……. Taruhan: Besar mana sama ponari hayo?????
    Jadi, kalo cuma pengen jadi orang kaya, terkenal dan dipuja, ndak perlu lah jadi Steve Jobs yang pinter dan kreatif, ndak perlu jadi Mark Zucherberg yg coding gila-gilaan buat ngebikin fesbuk, ndak perlu jadi Abdul Latif ato Hari Dharmawan ato Eka Tjipta Wijaya yang bekerja keras membangun bisnis dari nol, ndak perlu jadi Bill Gates yang workaholic sampe kurang tidur mbikin software, ndak perlu jadi Soichiro Honda yang haus akan ilmu dan selalu belajar serta tahan banting penderitaan. Cukup kesambar petir, pegang batu, kumpulkan aparat desa dan kepolisian untuk sarasehan bisnis selanjutnya, kalo korban pasien dah ngumpul ya mati satu dua ndak pa pa lah. Satu lagi, hindari berurusan dengan MUI demi menghindari fatwa haram bisnis kita.😀

    NO HP PONARI CI ANAK AJAIB:085222788826

    NO REKAYASA D JAMIN ASLI KALO BOHONG PULSA ANDA KANI GANTI!!!!!!!!!!!!!!!
    COMPLANT: hub irfarazak_unigal@telkom.net🙂

    Wah, wah, mas, kok postingan saya di kupi paste?????

    Suka

     
  5. adi harits

    10 Maret 2009 at 2:12 am

    ambil saja positifnya ,IDI apa komentar anda dan tindakan anda dalam hal ponari………………………..tolong dong kasih komentarnya……MUI saja sudah kasih komentar……

    *Menunggu IDI komen*

    Suka

     
  6. iram

    10 Maret 2009 at 4:48 am

    kebenaran hanya milik yang maha pencipta

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: