RSS

Peradilan Indonesia yang modern dan transparan

16 Feb

Saya ingin tahu, adakah masyarakat dan insan press Indonesia yang mengetahui dan mengakui bahwa sistem peradilan di Indonesia sudah transparan dan modern???

Hal ini sebenarnya sudah dimulai sejak lama, ada yang pernah dengar SIADPA n (untuk kedepan) SIADPN??? ada yang pernah dengar SIMPEG???

Kalo masalah biaya perkara: ada yang udah pernah baca SEMA No. 4 tahun 2008 yang menyebutkan bahwa panjar biaya perkara dibayar lewat bank?

Kenapa disebut panjar? Karena uang yang dibayarkan oleh pihak yang berperkara kepada Pengadilan itu pada dasarnya adalah “uang titipan” pihak berperkara sebagai menjamin bahwa perkara nya akan diproses. Kalo panjarnya sisa ya silahkan diambil, kalo kurang ya bakal diminta lagi. Ini sebabnya MA menolak kalo uang perkara di audit, kan itu bukan uang negara, juga bukan uang pengadilan, tapi uang UMAT!!!!

Pertanyaan selanjutnya, ada ndak yang tau kalo di Pengadilan Agama Wonosari sekarang sudah menggunakan sistem barcode dalam pengelolaan perkara? Kedepan bukan lah mimpi kalo disetiap Pengadilan akan seperti itu, baik di PA, PN, ato PTUN. Sistem barcode terbukti efektif untuk mencegah para pihak berhubungan langsung dengan pejabat pengadilan.

Ini merupakan praktek dari  modernisasi peradilan yang dicanangkan MA.

Sedikit komentar tentang berita, kenapa selama ini berita yang muncul selalu memojokkan institusi peradilan dalam hal ini MA/Hakim??? kalo yang berbuat jaksa ato polisi yang kena pasti PENGADILAN. Itu ndak adil…institusi kita beda, urusan kita beda, dan kita benar-benar beda dan ndak mau disamakan.

Please, kalo buat berita buatlah berita yang berimbang. Dunia peradilan tidaklah seburuk yang diberitakan di koran-koran dan media massa. Sebutlah dengan obyektif sang pelaku, kalo polisi ya polisi, kalo jaksa ya jaksa, kalo hakim ya hakim, jangan bawa-bawa nama Peradilan/Pengadilan.

Kalo survey KPK menyebutkan bahwa MA merupakan institusi berintegritas paling rendah berdasarkan pada indikasi pengalaman korupsi (corruption experience) dan potensial korupsi (corruption potential) untuk melakukan korupsi dan suap, itu sungguh tidak adil, karena peluang itu tidak digunakan. Tidak bisa dipungkiri bahwa peluang itu akan selalu ada di dunia peradilan, namun arah rencana dan cita-cita dan usaha untuk berubah itu ada. Hargailah itu.

Masalah pengalaman korupsi juga perlu dipertanyakan, karena mengingat liputan acara TV kemari tentang suap di peradilan yang merekam terjadinya suap antara pihak berperkara dengan aparat BERBAJU COKLAT. sekedar mengingatkan, seragam pegawai MA adalah HIJAU. Tolong diingat hal itu!!!!. yang berbaju coklat??? ndak tau saya, cari sendiri sana……

Ini sekedar tulisan dan corat coret saya yang mungkin tidak berarti. Tapi harap diketahui bahwa pegawai peradilan diam bukan karena memang salah, akan tetapi karena terlalu capek. Capek dengan anggapan miring yang tidak pernah berubah. Silahkan buktikan, tangkap dan hukum aparat peradilan yang bersalah. ndak pa pa kok. Sebut nama dan dari SATKER mana beliau berasal, kenyataan akan di terima dengan senang hati. Saya ingin tanya, media massa CETAK (bukan online) mana yang memberitakan tentang hakim dan pegawai peradilan yang kena sanksi pemecatan oleh MA tahun 2008??? TIDAK ADA!!!!!!!

Jangan bermain wacana dan opini, karena tidak akan dibalas dan didiamkan. Ndak penting!!!!!

Terakhir, dengan modernisasi dan transparansi peradilan, ada sebuah cita-cita mulia: “suatu saat, seluruh masyarakat Indonesia akan berkata: Ternyata mencari informasi perkara itu mudah dan gampang”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Februari 2009 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: