RSS

Ponari dan mental bangsa Indonesia

11 Feb

Masih terngiang-ngiang di benak saya berita menghebohkan tentang Ponari si dukun cilik yang (katanya) digdaya sakti mandraguna dan mengalahkan tenarnya ponaryo astaman, padahal masih belum jelas kebenaran tentang keampuhan penyembuhannya.Satu-satunya kenyataan adalah bahwa kehadirannya membawa bencana dan mendatangkan rejeki bagi para tetangganya.

Fakta bahwa Ponari bisa menyembuhkan hanya didapat dari pengakuan orangtuanya dan Anggota DPRD Jombang yang mangatakan bahwa pengobatan Ponari memang manjur. Hanya itu……

Dan berita paling mutakhir, karena salah satu makam keluarganya ikut tenggelam lumpur Sidoarjo, maka bila diijinkan oleh LAPINDO. Inc,  semburan lumpur LAPINDO akan ditutup oleh Ponari dengan kekuatan batu bertuahnya.

Astaghfirullah……

Dipikir secara rasional, apakah seorang anak kecil yang bukan siapa-siapa yang mengaku mendapatkan batu bertuah (scorceres stone-nya harry potter kaleeeeeeeeee) karena tersambar petir bisa mengobati Segala Penyakit??? Mungkin saya ndak terlalu paham, tapi setahu saya belum pernah ada sejarah yang mengatakan bahwa batu yang tersambar petir bisa menyembuhkan penyakit, ditinjau dari sisi manapun!!!!! CMIIW

Apa yang sebenarnya terjadi??? Mengapa ribuan orang datang berduyun-duyun ke Jombang dari seluruh pelosok Indonesia hanya karena percaya kepada “dukun”?

Jujur……saya sedih, sangat sedih….

Kita tidak perlu berdalih bahwa tenarnya pengobatan alternatif Ponari adalah karena masalah kemiskinan, tarif pengobatan medis mahal, dan seribu alasan lain. Yang diperlukan hanya satu: KEJUJURAN. Kejujuran bahwa memang mental bangsa Indonesia masih jalan ditempat, memang mental bangsa Indonesia adalah mental yang payah. Antri 10 km hanya untuk berobat di tempat yang ndak jelas adalah suatu KEBODOHAN. Ya…..kebodohan, ketololan, kenaifan, dan kemunafikan kita, yang merupakan salah satu penyebab Indonesia ndak maju-maju.

Kita harus jujur bahwa mayoritas dari bangsa kita memiliki pola berpikir pragmatis stadium akhir. Tidak mau bersusah-susah dan berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Pengennya instan, segera, seketika, mudah, gampang, murah, dan kalo bisa ndak mengeluarkan biaya sedikitpun. Misalnya hal itu agak irrasional, maka akan dicari seribu satu alasan yang dapat digunakan untuk membenarkan kelakukan itu. Tidak usah kita bicara tentang agama atau syirik atau yang lain, karena mata hati mereka telah buta. Saya sempat lupa bahwa Jombang adalah tempatnya pesantren-pesantren yang disegani, tempat lahir para ilmuwan dan cendekiawan muslim hebat, daerah Umat muslim yang sangat taat. Lalu kenapa????

Silahkan didebat pendapat saya barusan, tapi saya telah berpikir dan merenung berhari-hari untuk menuliskan hal diatas. Dan ketahuilah teman, saya menulis dengan hati yang terluka dan perasaan nelangsa.

Tidak semua biaya pengobatan mahal.  Sumatera Selatan telah mempelopori biaya pengobatan gratis di Indonesia. Mungkin memang belum semua daerah yang melakukannya, tapi itu membuka mata kita bahwa INDONESIA BISA, bahwa kita bisa asal ada itikad dan kemauan untuk mewujudkannya. Mimpi untuk maju dan berubah itu telah ada, masih ada, dan harus tetap kita jaga, agar Indonesia semakin maju.

Saya punya usul, kepada para caleg yang berniat mencari pekerjaan dan penghasilan lebih, daripada bersusah payah kampanye ndak jelas padahal belum tentu kepilih, mending membuat pengakuan kalo pernah kesambar petir ato kesambar geledek ato kesambar duren ato kesambar truk ato apa lah, trus buka pengobatan alternatif seperti Ponari. Penghasilannya banyak lho, sehari rata-rata Rp. 21.000.000,-.

Ponar-ponari-ponari Batu-batu-batu Petir-petir-petir Uang-uang-uang Mau-mau-mau??????

Ya Allah, ampuni kami……

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Februari 2009 in Uncategorized

 

6 responses to “Ponari dan mental bangsa Indonesia

  1. wibowo iskandar

    11 Februari 2009 at 9:56 am

    Bencana musibah datang bertubi. para caleg, capres saling berperang, Masya ALLAH tanda apa ini… apakah ini merupakan proses kematian manusia Hanya Allah SWT yang maha tahu. Kemudian ada anak yang bisa menyembuhkan penyakit sehingga berbondong orang mencari kesembuhan oleh ‘mujizat’ batunya, semuanya kalau benar adalah karena kehendak Allah. Kenapa harus ribut kebakaran jenggot seolah seperti kehilangan mata pencaharian. Kita berserahlah diri ke Allah secara ichlas karena semua ini atas kehendaknya. Segalanya sudah diatur oleh Allah kapan bumi dan jagat raya ini akan berakhir

    Saya sepakat semua ini takdir Allah, tapi apa bukan syirik tuh kalo terlalu percaya pada kekuatan selain Dia???
    Makasih dah mampir……

    Suka

     
  2. Ahmad Riadi

    12 Februari 2009 at 10:14 am

    Salam kenal,
    saya kurang sependapat dengan anda,,, memang kita tidak boleh percaya kepada kekuatan yang lebih besar dari pada allah tetapi allah juga memberikan sedikit kelebihan kepada para manusia yang dipilihnya jadi mungkin allah memberikan kelebihan tersebut kepada ponari, kita jangan memandang dari segi negatifnya saja tetapi juga segi positif…
    allah maha besar hanya dia yang menentukan segalanya

    Wah, kalo gitu bagaimana kalo kita sepakat dalam perbedaan🙂
    Terimakasih ya mas, dah mampir….

    Suka

     
  3. jhosef badruzzaman

    19 Februari 2009 at 3:31 pm

    kok bisa bisanya sih orang orang langsung percaya dg hal tsb.itukan bisa dibilang musyrik(menyekutukan Allah SWT)seharusnya jangan terlalu di gembor gemborkan dong…memang hal ini jarang sekali terjadi.apalagi di wilayah kita ini.bisa saja ini tipuan syetan untuk memperdayai ummat islam agar tidak percaya lagi pd.maha kuasa..

    Sepakath mas….

    Suka

     
  4. dalbo

    28 Februari 2009 at 8:39 am

    utk para korban ponari : mau aja lu smw dikibulin.kasiaaan deh lu! masa’ minum air mentah ( air selokan ) di suruh bayar.udah baayar , antrinya lama.keburu mati.

    Suka

     
  5. dewi

    28 Maret 2009 at 9:48 am

    hmm,,, keren nih tulisan!

    bisa bikin orang mikir serius,

    senyum-senyum,

    sampe ketawa ngakak!

    haha,,,

    salam kenal yap!

    Masaakkkk????
    Salam kenal balik mbak….

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: