RSS

Renungan dikala hujan……

03 Feb

Hujan semakin deras diluar. Aku seperti terperangkap, terkungkung dalam kamar bercat warna putih ini. Kuhirup kopiku yang semakin dingin. kuhidupkan rokok dan kuhisap dalam-dalam….

Aku seperti dipaksa berpikir, merenung, kontemplasi tentang segala hal yang akhir-akhir ini terjadi. Segala macam kejadian silih berganti kembali terbayang dengan jelas, semua kenangan indah, kenangan buruk, kebahagiaan ku, kebahagiaan orang-orang yang ada disekitarku, semua kegalauan yang pernah ku alami, semua masalah yang pernah kulewati, semua pengalaman teman-teman yang pernah diberikan dengan cuma-cuma kepadaku…..fyuh…..

Hidup….seperti inikah hidup???

ketika ada orang yang mengutuk diri sendiri beserta dunia dengan segala isinya, di sisi lain ada orang yang sangat bersyukur karena telah hidup hingga saat ini. Ketika di suatu tempat di peta ada yang menyesali nasibnya, di belahan dunia lain ada yang sangat bersyukur karena anugerah yang diterimanya. Ketika ada yang tiba-tiba menjadi tegar dan semangat untuk menjalani hari-harinya, di sisi lain ada orang yang tiba-tiba menjadi pecundang yang sudah tidak berani lagi untuk melihat hari esok.

Aku bingung…..

Bahkan, saat ini seharusnya aku sudah bercumbu dengan mungil dan imutnya anakku, bersenda gurau dengan manisnya istriku, menjalani malam yang indah…..tetapi kenyataannya: Aku masih sendiri…..

Apa sebenarnya rahasia Tuhan dibalik semua ini???

Hanya satu yang aku tahu pasti dan aku yakini, bahwa semua rahasia Tuhan sangatlah indah. Skenario yang disusun olehNya tidak terjangkau oleh indra manusia, seberat dan seburuk apapun itu. Kita tidak boleh berburuk sangka kepadaNya, sebab Dia sangat sayang kepada kita.

“Bukankah begitu Tuhan??????”

Hanya Metropolis-nya dreamtheater yang menemani-ku dengan setia malam ini:

As a child, I thought I could live without pain without sorrow
As a man I’ve found it’s all caught up with me
I’m asleep yet I’m so afraid

Somewhere like a scene from a memory
There’s a picture worth a thousands words
Eluding stares from faces before me
It hides away and will never be heard of again
Deceit is the second without end

dan hujan pun semakin deras……begitu dingin……

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Februari 2009 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: