RSS

Bekerja dengan tulus….

04 Des

Sedikit menyambung posting saya yang kemarin….

Bekerja dengan ihklas dan tulus adalah pilar utama terlaksananya pekerjaan secara maksimal, mencapai hasil yang terbaik, dan kepuasan diri akan profesi yang telah dijalani. Namun ternyata kata-kata “tulus dan ikhlas” itu tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan oleh kita untuk dilaksanakan.

Saya teringat sebuah cerita dari Dr. Abdullah, Tentor saya di “Pendidikan” kemarin yang menuturkan bahwa dia sempat “jobless” selama kurang lebih 2 tahun di tempatnya bertugas di daerah Sulawesi nun jauh di sana hanya karena hal yang sangat sepele: tidak mematuhi perintah atasan yang memerintahkan sesuatu yang tidak benar dan bertentangan dengan hati nuraninya. Beliau menjalani masa dua tahun tersebut dengan penuh keihklasan, tidak mengeluh dan tidak menuntut apapun. Beliau gunakan waktu selama itu untuk terus menimba ilmu dan memperkaya wawasan, beliau sekolah lagi, dan akhirnya beliau menjadi salah satu Doktor termuda di salah satu institusi pemerintahan dan karena prestasinya tersebut beliau sekarang bertugas dan diperbantukan di institusi pusat. Happy Ending Stories Never Ends…..

cerita yang dipaparkan diatas tampak sangat lurus, sangat gampang, sangat mudah, dan sangat sederhana, padahal…….saya yakin tidaklah “selurus” dan “selancar” yang dibayangkan.

Apakah yang akan kita lakukan ketika kita berada di sebuah institusi/lembaga yang baru kita masuki, disana ada pegawai yang lebih senior, dengan kemampuan pas-pasan, bertingkah laku dan berlagak seakan-akan dialah yang paling tahu segalanya??? Dan sialnya kebetulan dialah yang diberi wewenang untuk mengurus sesuatu yang urgen di institusi tersebut, sedangkan di satu sisi kita sangat paham dan sadar bahwa kita lebih mampu untuk hal tersebut?

Ada satu hal yang harus kita sadari dalam menjalani suatu profesi di manapun itu tempatnya: Bersikaplah Profesional dan proporsional. Profesional dalam menjalani tugas dan kewajiban yang telah dibebankan kepada kita, dan proporsional dalam arti bekerja sesuai dengan tugas dan kewajiban tersebut.

Sebuah nasehat yang tidak akan pernah saya lupa: “Kamu tidak perlu menunjukkan kepada orang lain bahwa kamu bisa, tapi biarkan orang lain yang menilaimu dengan obyektif bahwa kamu itu bisa. Jangan pernah meminta….Karena itulah yang membedakan kamu dengan orang tersebut. Inilah yang disebut Rendah Hati.

Hadapi dengan senyum semua penolakan dan resistensi yang ditemui. Tidak perlu melayani segala macam pertikaian dan gesekan yang tidak perlu. Kalau memang itu membuatmu “jobless“, jangan kecil hati, pertambah wawasan dan pengetahuan, karena dengan “jobless” tersebut kamu memiliki waktu, suatu hal yang tidak dimiliki orang kebanyakan. Pergunakan waktu yang sangat berharga tersebut sebaik-baiknya. Caramu menghadapi dan menanggapi setiap masalah yang datang itulah yang kelak akan membedakanmu dengan orang kebanyakan.

Bersikap seperti “pembantu umum” bukanlah sesuatu yang hina, tawarkan kepada setiap orang di tempat kerja apakah mereka membutuhkan bantuan darimu. Carilah sesuatu yang bisa untuk dikerjakan dan diselesaikan. Kalau memang tidak ada yang bisa dikerjakan dan dilakukan, jangan kecil hati. Ingatlah bahwa semua ilmu dan kemampuan yang kau dapatkan dan kau punya bukan karena kau bekerja, tapi karena apa yang kau lakukan sebelum kau bekerja di sana….Ilmu, skill, kemampuan dan wawasan bisa didapatkan dan dikembangkan dari dan di mana saja….

Satu hal, lakukan semua hal diatas dengan tersenyum, tanpa beban, tulus dan ikhlas…

Dan yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah tidur….

Dr. Abdullah dan ribuan “Abdullah” lainnya telah membuktikan…

Dan itulah yang sedang saya lakukan sekarang…..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2008 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: