RSS

Reformasi Birokrasi????

02 Des

Berita Serius:

Reformasi birokrasi dalam instansi pemerintahan telah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2007 yang lalu. Salah satu titik tolak dari pencanangan program ini adalah perbaikan kinerja birokrasi pemerintahan (dalam hal ini PNS). Secara ringkas, visi reformasi birokrasi adalah terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance). Sedangkan misi reformasi birokrasi adalah membangun, menata ulang, menyempurnakan, membina, dan menertibkan birokrasi pemerintahan, agar mampu dan komunikatif dalam menjalankan peranan dan fungsinya.

Target dan sasaran reformasi birokrasi ada lima hal:

Pertama, terbentuknya birokrasi yang bersih, yaitu birokrasi yang anti KKN dan berkurangnya perilaku koruptif pegawai negeri.
Kedua, terbentuknya birokrasi yang efisien dan hemat dalam menggunakan sumber daya yang terbatas (man, money, material, methode, and time).
Ketiga, terbentuknya birokrasi yang transparan, yakni birokrasi yang seluruh kebijakan dan aktivitasnya diketahui masyarakat dan masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah.
Keempat, terbentuknya birokrasi yang melayani, yaitu birokrasi yang tidak minta dilayani, tetapi birokrasi yang melayani masyarakat.
Kelima, terbentuknya birokrasi yang terdesentralisasi, yaitu kewenangan pengambilan keputusan terdesentralisasi kepada pimpinan unit kerja terdepan.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara pada tahun 2007 telah menyiapkan 8 rancangan undang-undang (RUU), yaitu RUU Pelayanan Publik; RUU Kementerian Negara; RUU Administrasi Pemerintahan; RUU Etika Penyelenggara Negara; RUU Kepegawaian Negara; RUU Tata Hubungan Kewenangan Antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, Antara Pemerintah Daerah Provinsi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; RUU Badan Usaha/ Layanan Nirlaba; dan RUU Sistem Pengawasan Nasional dalam rangka membentuk payung hukum reformasi birokrasi di instansi pemerintahan.

Diantara salah tiga instansi yang telah “berusaha” dengan konsisten menjalankan dan melaksanakan reformasi birokrasi adalah wilayah Departemen Keuangan, Mahkamah Agung dan Badan Pemeriksa Keuangan. Reformasi yang dilaksanakan di ketiga instansi tersebut dapat berjalan sebagaimana yang “diharapkan”, walaupun masih belum ideal namun tetap dapat terlaksana setelah ada……ehem ehem…. “iming-iming” remunerasi.

Ibunda Sri Mulyani Menkeu RI saat wisuda STAN 2006 mengatakan tentang remunerasi: “Tujuan gajinya gede itu biar tidak korupsi, kalo masih korupsi juga memang moralnya saja yang sudah bobrok”.

Adanya reformasi yang diikuti dengan remunerasi, disambut baik dan antusias oleh kelompok pro perubahan yang berdasarkan latar belakangnya ada dua, yaitu pertama, kelompok yang memang sudah modern (anti KKN) dan dan kedua, kelompok yang benar-benar berniat untuk berubah. Umumnya pada kelompok pertama ini mempunyai komitmen yang sangat jelas terhadap modernisasi sehingga adanya remunerasi akan menambah semangat dan ketenangan dalam menjalankan pekerjaan rutinnya. Adanya reformasi dan remunerasi secara otomatis diikuti dengan adanya perbaikan penghasilan yang menjamin kebutuhan rutinnya.

Di akui bahwa remunerasi memberikan angin segar terhadap para pegawai sehingga mereka bisa menata/merencanakan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi, misalnya kredit rumah atau kredit kendaraan dengan cara yang halal dan tidak merugikan orang lain. Oleh karena itu, adanya pernyataan bahwa suatu saat remunerasi akan dan bisa dikurangi, dicabut, bahkan dihilangkan sedikit banyak akan berpengaruh negatif secara psikologi terhadap kelompok ini. Sedangkan bagi kelompok yang kontra reformasi atau kelompok yang “sana sini oke” pernyataan tersebut akan direspon dengan ”senyum” dengan bergumam ”ya…ya…ya…”

Tanggapan Serius:

Ada beberapa tanggapan tentang reformasi tersebut, bahwa ada kecemburuan dari instansi-instansi tetangga tentang remunerasi adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Juga wacana bahwa reformasi dapat dilaksanakan setelah ada iming-iming remunerasi – jadi kalau tidak ya jangan berharap banyak – juga sesuatu yang selayaknya untuk mendapatkan perhatian. Pertanyaan lanjutan: Bagaimana jadinya kalau tidak ada remunerasi??? Apakah reformasi birokrasi di seluruh instansi di Indonesia memang harus menunggu remunerasi???? Kejaksaan sudah berharap, Kepolisian pun sudah bersiap-siap akan menjadi instansi yang “keruntuhan durian” mendapatkan tunjangan tersebut dengan janji bahwa reformasi birokrasi di instansi mereka akan dilaksanakan setelah remunerasi tersebut turun. Tapi kok kayaknya malah berubahnya ada pamrih ya……..

Menurut saya, ada atau tidak remunerasi seharusnya tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai di instansi apapun. Integritas, loyalitas dan semangat dalam bekerja semua tergantung dari hati individu masing-masing.

Satu hal yang sangat berpengaruh: rasa syukur. Bersyukur terhadap apapun yang kita terima dan kita punya. Rasa syukur itu akan berpengaruh terhadap hilangnya rasa iri dan dengki terhadap bagaimanapun keadaan orang lain. Syukur akan membuat kita merasa cukup dan tidak selalu kekurangan bagaimanapun keadaan kita. Syukur akan selalu membuat kita berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik bagi sesama, melayani masyarakat yang membutuhkan dengan tulus ikhlas. Ketika semua instansi pemerintahan bisa memiliki hal tersebut, maka Reformasi Birokrasi bukanlah sebuah mimpi…

Hidup Indonesia….

Ndak Penting:

Kantor saya masuk jam 07.30. Tadi pagi saya bangun jam 07.45. Mak Jeduaarrrrrrr…..kaget….. langsung lompat dari kasur dan ganti baju trus berangkat tanpa mandi (syukur para penggemar mau mengerti dan menerima saya apa baunya adanya). Hidupkan motor, gas spontan, langsung ngebut ke kantor. sempat memberi senyum indah di jalan kepada bu polisi, bu guru, bu dokter, bu-di……Tapi ternyata……semua usaha dan perjuangan tetap sia-sia: SAYA TELAAAATTTT. Dipotong deh remunnya, hik hik hik hik…..

Pendidikanku gagal…..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Desember 2008 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: