RSS

Kado Istimewa

29 Nov

Ketika aku ulang tahun, kadang-kadang terbersit keinginan agar acara ulang tahunku ini dirayakan dengan mengundang teman-teman ke rumah dan mengadakan syukuran. Tapi ternyata kenyataan yang ada sangat berbeda, tidak ada tepuk meriah teman-teman, tidak juga tiupan lilin di atas kue tart yang selalu aku lihat di setiap perayaan ulang tahun teman yang lain. Tidak ada balon, hiasan khas ulang tahun, dan yang pasti, tidak ada kado ulang tahun. Siapa yang mau ngasih? Ndak ada pesta, ya tak ada kado.

“Ibu yang akan kasih kamu kado…” sapa ibu mengagetkan lamunanku. Sejenak kemudian saya masih terdiam membayangkan gerangan kado apa yang akan diberikan ibu. Sampai akhirnya, sebuah doa terajut dari mulutnya disertai kecupan hangat di kening dan pipiku. Seketika, sebalut kehangatan terasa menelusup ke setiap aliran darahku. Doa ibu, jauh lebih indah dari hiruk pikuk tepuk tangan, tak bisa dibandingkan dengan kue tart termahal sekalipun. Lilin merah dengan api menyala, balon dan hiasan ulang tahun jelas tak seindah doa ibu. Untaian kalimat pinta yang dirajut ibu, bahkan lebih sempurna dari gaun ulang tahun milik siapapun.

Kehangatan kecupan ibu jelas lebih sejuk dari jutaan ucapan selamat dari siapapun. Tak ada satupun bingkisan ulang tahun yang mampu menandinginya, kecupan ibu adalah kado termahal yang pernah kuterima.

Dahulu saat saya terjatuh saat pertama kali belajar naik sepeda. Saya menangis karena dua sebab: kaki saya memar dan sedikit berdarah tepat di lutut kanan, dan kemudi sepeda saya bengkok. Bapak segera mengangkat sepeda sementara ibu langsung mendekapku. Tak ragu, ibu mengusap air mataku dan memberikan satu kecupan pada luka di kakiku.

Kecupan ibu juga yang mengantarku masuk ke ruang kelas saat hari pertama sekolah SD dahulu. Mulanya aku takut, hal wajar yang dirasakan setiap anak yang baru pertama kali masuk sekolah. Dalam pandanganku, bangku-bangku sekolah dasar, papan tulis, meja belajar guru dan teman-teman baru itu tampak seperti monster yang menyeramkan. Tapi, dengan sekali kecupan di ubun-ubunku, ibu berkata, “Masuklah, anak ibu kan jagoan…”

Ketika dulu aku sakit demam sampai menggigil, aku sedih karena tidak bisa sekolah dan bertemu teman-teman untuk bermain-main di sekolah. Namun ternyata bukan hanya saya yang sedih saat itu, tepat di pinggir tempat tidurku sesosok anggun terlelap lelah setelah semalaman terjaga menungguku, memberiku obat, mendengarkan setiap keluhanku, membetulkan selimutku dan mendekapku erat saat tubuh ini menggigil kedinginan. Di sudut matanya, masih tersisa bekas air mata semalam.

Kini, saya sadari, doa dan kecupan ibu lah kado yang paling kuharapkan di setiap hari ulang tahunku. Dan tentu saja, kehadiran ibu senantiasa lebih kuinginkan dari sekadar ratusan undangan lengkap dengan ratusan kadonya.

Bagiku, ibu adalah kado terindah di setiap ulang tahunku. Terima kasih Allah yang masih memberikan kesempatan saya untuk bersama ibu di hari terindah ini. Dan saya selalu berharap, di tahun depan ibu masih tetap menjadi kado istimewa. Amin….

(Ilham: http://www.airputih.tk)

Vatonie lahir tanggal 29 nov 26 tahun yang lalu…..

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2008 in Uncategorized

 

One response to “Kado Istimewa

  1. mb septi maniezzzz

    1 Desember 2008 at 4:48 am

    ade maaffffff
    mb lupa…
    kamu ultah ya…..
    happy..happy…
    met hari lahir….
    moga usiamu berkah selalu
    Allahumaamin
    di lahat, seorang cakim menanti
    traktiran yang belum didapat mpe sekarang
    C O M B R O……😉

    Combro???
    gimana kalo tak ganti growol n tempe benguk mbak??
    mak nyusss…

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: