RSS

Lebaran dan Pemimpin yang baik

07 Okt

Alhamdulillah, akhirnya saya kembali menggeluti masalah pekerjaan yang suntuk setelah kemarin “menjauh dari peradaban” selama lebih dari seminggu, bermaaf-maafan dan melebur semua kesalahan dan dosa, melepas kangen dan rindu dengan sanak keluarga, mencurahkan kasih sayang kepada istri (Ini tujuan utamanyaaaa….), dan melihat-lihat ketimpangan pembangunan yang sangat jauh berbeda antara pulau jawa dengan pulau sumatera……

Ada banyak oleh-oleh cerita yang dapat saya posting, tapi kayaknya ada beberapa hal yang menurut saya menarik, mengilhami dan …. mengganggu….

Di tanah air istri saya, keadaan masyarakatnya masih sangat aman dan nyaman, gemah ripah loh njawani, sangat “desa” dengan segala pernak-pernik di dalamnya. Dimana orang-orang sangat menghormati pimpinan dan “sesepuh” mereka, begitu juga sebaliknya, pimpinan dan sesepuh pun mengayomi masyarakat dan para pemuda. Ada satu bukti nyata yang bisa ceritakan:

Setelah ceramah shalat id, ada yang tidak lazim dilakukan di sana, yaitu sambutan dari pengurus takmir masjid dan sambutan dari pejabat desa (lurah). Yang menarik bagi saya adalah ketika pak lurah tersebut  memberikan sambutannya, dia menyampaikan himbauan kepada seluruh warga desa terutama para pemuda yang intinya adalah:

1. Seluruh warga pada hari pertama idul fitri dilarang menggunakan dan memakai sepeda motor (menghindari kecelakaan).

2.  Seluruh pemuda dan remaja dihimbau untuk mendatangi dan bersilaturahmi kepada seluruh sesepuh dan tetua di desa.

Hal yang sangat menarik bagi saya adalah Desa Parerejo Kabupaten Tanggamus pada hari pertama idul fitri tersebut bebas dari motor.

Himbauan tersebut tidak membutuhkan payung undang-undang apapun juga, juga tidak perlu ditekankan dan diulang-ulang oleh Lurah yang bersangkutan, tapi semua warga masyarakat dengan patuh menaati himbauan tersebut dengan penuh kesadaran.

Saya tidak bisa membayangkan apabila himbauan tersebut diberikan oleh seorang lurah di Yogyakarta atau di daerah Jakarta misalnya. Bisa jadi 68% warga masyarakat akan menentang himbauan tersebut secara terbuka dan terang-terangan.

Saat ini saya hanya bisa membayangkan kapan Indonesia bisa mempunyai pemimpin yang seperti Lurah tersebut, pemimpin yang dicintai rakyatnya, yang dipatuhi dan dihormati oleh siapa saja, yang tidak ambisius dan tidak dipenuhi oleh kepentingan dan tren sesaat…

Tapi saya yakin bahwa mimpi dan usaha itu masih ada…

semoga….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Oktober 2008 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: