RSS

Ramadhan tanpa istri……..

11 Sep

Istri saya pertengahan bulan lalu pulang kampung karena kakaknya mau nikah, yang jadi masalah dia baru hamil sekitar 5 bulanan gitu, walaupun pulangnya bareng adiknya (ada yang kuliah di jogja) tapi perasaan hati ya dag-dig-dug gitu…kalo saya sih pengennya nganter, tapi berhubung nggak bisa ijin kantor, ya akhirnya hanya bisa pasrah dan tawakkal sambil berdoa: “moga-moga lancar dan selamat sampe di rumah”. alhamdulillah sekarang dia udah sampai dan sekarang damai ayem tentrem di kampungnya…

ontra-ontran datang sekarang…setelah saya simpulkan dan analisa, maka beberapa pengalaman dan komentar yang muncul setelah istri pulang (sempe sekarang) adalah:

1. “Mas vatonie mandi nggak sih?”

2. “Tu baju kayaknya belum disetrika deh…”

3. Kepegawaian berkata: “mas, kalo berangkat kantor mbok ya jangan telat…”

4. “Makan sehari berapa kali sih mas??? tuh pundak dah bisa dijadiin tempat sabun lho… ”

5. “Kalo malam ngapain mas?”

6. Istri sms: “pa (hue he he he) , dedeknya gerak-gerak lho…”

7. “Mas vatonie, pabrik dekat kontrakan njenengan tuh karyawannya cewek semua, pulang jam setengah lima…”

(khusus yang ini, kayaknya perlu ditindak lanjuti)

8.  Sukses melewatkan 10 kali waktu sahur (baru sekali, tadi malam, gara-gara nggak tidur, bukan karena bangun)

9. Jadi seneng ngeliatin cecak kawin, nyamuk kawin, lalat kawin, tetangga kawin (halahhhhh)….

10. Hampir semua orang: “sekarang kok tambah buthek, kumuh, elik, uireng, kriting, mambu, bledug, niat hidup nggak mas?”

Tapi memang saya sadari bahwa setelah istri pulang, hidup kayaknya ada yang kurang, ada yang ngganjel, tidak seperti dulu, entah apa. Tidak ada lagi tempat untuk diajak berbagi kesenangan, bercanda, tidak ada yang bisa digoda dan diganggu, nelangsa bener….

saya jadi teringat kata nabi saya bahwa “istrimu adalah pendamping hidupmu, bukan pembantumu”, dan saya sangat sepakat akan hal tersebut. Bagi saya hubungan suami istri adalah hubungan yang sangat mulia yang keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan kekurangan yang lain. Memang benar bahwa suami adalah pemimpin rumah tangga, namun jangan lupa bahwa berapa banyak suami yang sukses karena dukungan dan dorongan tulus dari istrinya. Ini bukan masalah gender, ini masalah kepercayaan dan tanggung jawab…

Kalo saya itung-itung, nilai total suami dan istri atau pasangan ketika digabung adalah 100. Ketika salah satu tidak ada maka nilai tersebut akan berkurang, dan saya rela nilai saya 10 sedangkan istri saya 90, kan berarti istri saya cuaaantik banget (hue he he he he, saya nggak ganteng nggak pa pa, soalnya saya ngguanteng buanget..)

Berapa nilai anda dan pasangan anda????

tambahan: penderitaan saya belum berakhir, nggak sabar nunggu lebaran biar bisa mudik dan bertemu kembali untuk menyalurkan kasih sayang saya yang tertumpuk selama 2 bulan….

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 11 September 2008 in Uncategorized

 

One response to “Ramadhan tanpa istri……..

  1. mbelGedez™

    13 September 2008 at 10:06 am

    Kesimpulan dan solusi sementara saat inih ;

    BELI SABUN MANDI BANYAK-BANYAK….. :mrgreen:

    @
    Kalo saya lebih memilih pake easy Attack, “Kekuatan 10 Tangan”
    Hua ha ha ha ha, pinuk pinuk pinuk pinuk……………………

    Suka

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: