Menjadi Ayah terbaik….

Maret 2, 2009

Kemarin abis nonton “Death Race“. Filmya bagus. aksi laganya mantap (Jason Satham punya nda…). Balapannya yang seru n sadis rada kejam didampingi  navigator mlenukh bakal mengocok adrenalin. Tapi bukan itu intinya…ada sesuatu yang sangat menarik bagi saya di film itu. Sebuah kata-kata mendalam yang sangat mengena dan sempat membuat saya merenung.

Sebelumnya,  ketika saya mengikuti jalan ceritanya, saya jadi teringat dengan beberapa film lain, yaitu Ocean Twelve, The One dan Rogue Assasins/WAR. Ada benang merah yang menghubungkan 4 film itu (sambil ngingat yang lain, mmmm) yaitu tentang indahnya balas dendam dan seseorang yang menjadi lebih baik ato berusaha menjadi yang terbaik dan menjadi lebih kejam setelah kehilangan orang yang sangat ia cintai.

Jadi ingat juga sama lagunya System of a Down: “Sweet Revenge” :D

Di salah satu adegan, Jason ditanyai oleh Hennesey si pengelola penjara: “Apakah engkau mampu untuk menjamin masa depan yang baik untuk anakmu (dan keluargamu)? Tempatmu adalah disini, biarkan anakmu menyongsong masa depan yang lebih baik tanpamu bersama orang lain yang lebih baik…” (kalo’ ndak salah, CMIIW).

Saya sempat terpana sebentar, saya pause film (hayah, aslinya ndak ding) dan berpikir sejenak, berandai-andai apabila saya berada dalam posisi yang sama dan sangat kebetulan sekali saya sekarang adalah seorang ayah dari seorang anak yang suangat lucu dan seorang suami dari istri yang cuanthik apa yang akan saya jawab.

Pikiran melayang-layang, mencari-cari, berputar-putar mencari jawaban…lho, kok, malah pusing? Udah ah, diterusin lagi nontonnya… *segera ambil kembali cemilan dan membuat kopi -lagi- yang udah habis*

Di akhir film, sang jagoan kita mempertontonkan sebuah epilog yang sangat sempurna, sebuah kalimat yang sangat-sangat bagus. Sebelumnya, kembali ke pertanyaan di atas, apa tanggapan dia? Ini jawabannya (vatonie version):

Aku tidak tau apakah aku bisa memberikan masa depan yang baik kepada anak dan keluargaku, aku ini bukan manusia sempurna, dan Tuhan tau bahwa aku tidak sempurna, tetapi Tuhan tetap percaya memberikan amanah ini kepadaku. Jadi, aku berpikir secara sederhana bahwa tidak ada yang menyayangi anak dan istriku melebihiku sayangku kepada mereka, dan bagiku itu sudah cukup untuk menjamin masa depan mereka

THE END……………………………….

Entry Filed under: Uncategorized. .

1 Comment Add your own

  • 1. tenane  |  Maret 20, 2009 at 3:22 am

    tenane de…anakku 2 dino iki puanase pol….mugo2 seger kuwarasan kabeh keluargamu yo:)

    Amin-amin-amin….lah, anakmu loro tha??? wis mari rung??? mugo-mugo ndang sehat yo…

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip

Paling banyak dibaca

Tulisan Terakhir

Klik tertinggi

Yang nyasar kesini:

Komen yang nyasar

rerel di Setting pulsa im3 GPRS di…
earha di Cara melupakan masa lalu
irawan di Sekarang punya modem
rheny di Cara melupakan masa lalu
aan di Setting pulsa im3 GPRS di…
samid di Setting pulsa im3 GPRS di…
udhe di Setting pulsa im3 GPRS di…
Fery di Cara melupakan masa lalu
fasihul di Setting pulsa im3 GPRS di…
yERY dWI sUSANTO di Optimalisasi Windows XP (lewat…
DM listener di Bela Manohara, Situs Web malay…
Alina Kharisma di Cara melupakan masa lalu
travel di Tips membuat blog yang po…
Dimas Gandhi di Tips membuat blog yang po…
Dimas Gandhi di Tips membuat blog yang po…

Komen yg ndak lulus sensor

Blogroll

Halaman

Meta