Archive for Februari 18th, 2009
Ponari dan Dewi, “Putra dan Putri Petir”
Dah capek nulis n membahas secara serius tingkah laku adik-adik kita ini….
“Ponari Putra Petir” memang hebat. Dengan pemasukan sehari 50 juta rupiah, penghasilan adik kita ini hampir menyamai gaji Steve Job CEO Apple (asumsi $1 = 11.000). Dibandingkan dengan pemasukan direktur dan CEO perusahaan Indonesia??? Jauhhhhhh, Jelas lewat……Apalagi dibandingin gaji hakim, sedih
dan Ponari adalah anak dermawan, dia sisihkan uang 70 juta untuk menyumbang masjid, tapi lupa untuk menyisihkan “bagi hasil” pendapatannya dengan tetangga sekitar. Hasilnya bisa ditebak, ayah ponari dipukuli karena tetangganya ada yang iri belum mendapat bagian dari penghasilan ponari. Ironis….
Akhirnya, karena adik kecil kita sudah capek melayani para penggemar pasiennya, yang sempat mengakibatkan dia masuk rumah sakit karena ponari sendiri pun tidak yakin dengan kemampuan penyembuhan “batu sakti” nya (ada dukun datang ke dokter, goblog), ponari menyuruh sebagian pasiennya untuk pindah dan berobat ke rumahnya si “Dewi Putri Petir”, ngakunya si ponari sih masih sodara. Setidaknya jin penunggu batu “Putra dan Putri Petir” itu adik kakak, namanya Rono dan Rani. =))
*aduh, sakit perut, dari tadi ngakak terus*
Nah, adik “Dewi Putri Petir” ini juga punya cerita lain lagi. Adik kita yang ini menderita keterbelakangan mental, dan kebetulan bapaknya berprofesi sebagai dukun kecil-kecilan yang sering keliling mengobati orang sakit. Ntah dapat ilham dari mana, ato karena memang kesambar petir beneran, tau-tau si Dewi ini juga punya batu bertuah yang sama dengan ponari. Rumahnya juga ndak jauh-jauh amat dari rumah ponari, ya 5 kilo-an lah. Nah, karena adik Dewi sudah mulai buka praktek juga, positifnya adalah sekarang pusat keramaian terbelah menjadi dua, ndak semuanya ngumpul di rumah ponari. Jadi kalo polisi mau mengamankan kan ndak bingung-bingung amat gitu…. Sekarang kita tinggal tunggu berita tentang penghasilan dek Dewi karena buka praktek “Batu Petir”……. Taruhan: Besar mana sama ponari hayo????? (lagi…)
6 comments Februari 18, 2009