Archive for Februari 16th, 2009
valentine….
udah banyak yang njelasin tentang valentine. Coba tanya valentine sama paman gugel, hasilnya ndak karu-karuan banyak, ditinjau dari berbagai sisi, dari berbagai sudut pandang. Ada yang setuju, ada yang tidak, ada yang mencela, ada yang memaki, ada yang mengharamkan, ada yang biasa aja, ada yang diplomatis, ada yang cuek, ada ada aja….
Ndak, saya ndak pengen nulis tentang itu, saya cuma pengen nulis tentang kegiatan saya sehari penuh pas valentine kemarin…
Kisah dimulai pagi hari, hari yang sangat-sangat indah, dimana hujan turun dengan lebatnya. Lha awak berangkat berkebun motoran je, yo jelas keudanan rek, dengan hati riang gembira menepi, buka jok motor, ambil mantel…..Lhadalah….kok cuma ada yang atas (model mantel atas bawah), mana celananya??? Ampun…..Akhirnya pasrah tawakkal menembus hujan dengan kostum yang sangat aneh: Cuma pake mantel warna kuning bagian atas thok…..Hasil akhir bisa ditebak, begitu sampe di tempat saya berkebun bagian atas kering ring, tapi bagian bawah….basah sah sah sah. Masuk ke ruangan langsung praktek gaya kucing abis mandi….brrrrrrrrr kaki kiri, brrrrrrrr kaki kanan
diiringi gelak tawa prihatin seisi kebun. fyuh…
Cerita berlanjut, ketika hari sudah beranjak siang, ndak tau ntah datang dari mana, ada orang datang mau menceraikan istrinya yang ulang tahun pas hari itu (tanggal 13 feb), sebagai hadiah spesial valentine buat istri katanya. Saya cuma bisa geleng-geleng dan pengen segera memeriksa kondisi otak di lutut kepala bapak itu….Pak pak, ingat umur pak….. (lagi…)
Add comment Februari 16, 2009
Peradilan Indonesia yang modern dan transparan
Saya ingin tahu, adakah masyarakat dan insan press Indonesia yang mengetahui dan mengakui bahwa sistem peradilan di Indonesia sudah transparan dan modern???
Hal ini sebenarnya sudah dimulai sejak lama, ada yang pernah dengar SIADPA n (untuk kedepan) SIADPN??? ada yang pernah dengar SIMPEG???
Kalo masalah biaya perkara: ada yang udah pernah baca SEMA No. 4 tahun 2008 yang menyebutkan bahwa panjar biaya perkara dibayar lewat bank?
Kenapa disebut panjar? Karena uang yang dibayarkan oleh pihak yang berperkara kepada Pengadilan itu pada dasarnya adalah “uang titipan” pihak berperkara sebagai menjamin bahwa perkara nya akan diproses. Kalo panjarnya sisa ya silahkan diambil, kalo kurang ya bakal diminta lagi. Ini sebabnya MA menolak kalo uang perkara di audit, kan itu bukan uang negara, juga bukan uang pengadilan, tapi uang UMAT!!!!
Pertanyaan selanjutnya, ada ndak yang tau kalo di Pengadilan Agama Wonosari sekarang sudah menggunakan sistem barcode dalam pengelolaan perkara? Kedepan bukan lah mimpi kalo disetiap Pengadilan akan seperti itu, baik di PA, PN, ato PTUN. Sistem barcode terbukti efektif untuk mencegah para pihak berhubungan langsung dengan pejabat pengadilan.
Ini merupakan praktek dari modernisasi peradilan yang dicanangkan MA.
Sedikit komentar tentang berita, kenapa selama ini berita yang muncul selalu memojokkan institusi peradilan dalam hal ini MA/Hakim??? kalo yang berbuat jaksa ato polisi yang kena pasti PENGADILAN. Itu ndak adil…institusi kita beda, urusan kita beda, dan kita benar-benar beda dan ndak mau disamakan.
Please, kalo buat berita buatlah berita yang berimbang. Dunia peradilan tidaklah seburuk yang diberitakan di koran-koran dan media massa. Sebutlah dengan obyektif sang pelaku, kalo polisi ya polisi, kalo jaksa ya jaksa, kalo hakim ya hakim, jangan bawa-bawa nama Peradilan/Pengadilan.
Kalo survey KPK menyebutkan bahwa MA merupakan institusi berintegritas paling rendah berdasarkan pada indikasi pengalaman korupsi (corruption experience) dan potensial korupsi (corruption potential) untuk melakukan korupsi dan suap, itu sungguh tidak adil, karena peluang itu tidak digunakan. Tidak bisa dipungkiri bahwa peluang itu akan selalu ada di dunia peradilan, namun arah rencana dan cita-cita dan usaha untuk berubah itu ada. Hargailah itu.
Masalah pengalaman korupsi juga perlu dipertanyakan, karena mengingat liputan acara TV kemari tentang suap di peradilan yang merekam terjadinya suap antara pihak berperkara dengan aparat BERBAJU COKLAT. sekedar mengingatkan, seragam pegawai MA adalah HIJAU. Tolong diingat hal itu!!!!. yang berbaju coklat??? ndak tau saya, cari sendiri sana……
Ini sekedar tulisan dan corat coret saya yang mungkin tidak berarti. Tapi harap diketahui bahwa pegawai peradilan diam bukan karena memang salah, akan tetapi karena terlalu capek. Capek dengan anggapan miring yang tidak pernah berubah. Silahkan buktikan, tangkap dan hukum aparat peradilan yang bersalah. ndak pa pa kok. Sebut nama dan dari SATKER mana beliau berasal, kenyataan akan di terima dengan senang hati. Saya ingin tanya, media massa CETAK (bukan online) mana yang memberitakan tentang hakim dan pegawai peradilan yang kena sanksi pemecatan oleh MA tahun 2008??? TIDAK ADA!!!!!!!
Jangan bermain wacana dan opini, karena tidak akan dibalas dan didiamkan. Ndak penting!!!!!
Terakhir, dengan modernisasi dan transparansi peradilan, ada sebuah cita-cita mulia: “suatu saat, seluruh masyarakat Indonesia akan berkata: Ternyata mencari informasi perkara itu mudah dan gampang”
Add comment Februari 16, 2009
Suatu malam di warung kopi tugu…
HP ku tiba-tiba berbunyi, kulihat ada SMS masuk, kubaca:
“Men, ke Yogya ndak???”
….oh, teman lama…. Kubalas:
“Iya, ada acara apa emang? Kok tumben-tumbennya?”
“Ingat warung kopi tugu? Kesini ya, aku sendirian nih
”
“Okeh, Siaph……”
dan 15 menit kemudian aku telah sampai dan berhadapan kembali dengan sebuah tempat legendaris yogya, tempat berkumpulnya ingatan dan kenangan jutaan anak manusia, tempat banyak orang besar Indonesia pernah bercengkrama….
Lama aku terdiam di atas motorku, sejenak terlintas semua hal ketika aku masih sering ke sini ketika tiba-tiba sebuah suara nyaring berteriak: “Hoeehhh, sebelah sini!!!!”. Kupalingkan wajah dan kulihat temanku sedang melambaikan tangan diatas tikar yang…..masih seperti dulu….
Setelah memesan kopi, dengan tersenyum kudatangi dia, tawa sumringah menghiasi wajah kami yang lama tidak bertemu, saling bertanya kabar dan bersenda gurau, saling ejek mengejek, dan saling bercerita tentang kegiatan sehari-hari.
Waktu berlalu ketika sampai di suatu ketika dia berkata: “Men, Ingat ndak dulu waktu kita masih semester awal kuliah, pokoknya segala macam kegiatan kampus dan bisnis apapun dilakuin dengan senang hati, ndak mikir dapat penghasilan ato income apa ndak, pokoknya senang. Niatnya cuma cari pengalaman, cari teman, ngisi waktu, ya kayak gitulah. Ngeband: jelas, Pemilwa: ikut, Buat film: pasti, Nyablon: Tiap hari, Dagang: Jangan Tanya, EO: Jadi Kru….” katanya nyerocos ndak karuan.
“Lha sekarang dah injury time, semester akhir je, kuliah ndak jelas, bisnis ndak jelas, EO ndak jelas, ngeband ndak jelas, computer ndak jelas, buat film ndak jelas, semua ilmu yang dikumpulin dengan susah payah rasanya kok Cuma setengah-setengah ya, ngambang gitu” lalu dia menyeruput kopinya yang udah tinggal ampasnya.
“Kalo kuliah lulus trus pulang kayaknya malu hati sama ortu n tetangga, (lagi…)
Add comment Februari 16, 2009