Renungan dikala hujan……

Februari 3, 2009

Hujan semakin deras diluar. Aku seperti terperangkap, terkungkung dalam kamar bercat warna putih ini. Kuhirup kopiku yang semakin dingin. kuhidupkan rokok dan kuhisap dalam-dalam….

Aku seperti dipaksa berpikir, merenung, kontemplasi tentang segala hal yang akhir-akhir ini terjadi. Segala macam kejadian silih berganti kembali terbayang dengan jelas, semua kenangan indah, kenangan buruk, kebahagiaan ku, kebahagiaan orang-orang yang ada disekitarku, semua kegalauan yang pernah ku alami, semua masalah yang pernah kulewati, semua pengalaman teman-teman yang pernah diberikan dengan cuma-cuma kepadaku…..fyuh…..

Hidup….seperti inikah hidup???

ketika ada orang yang mengutuk diri sendiri beserta dunia dengan segala isinya, di sisi lain ada orang yang sangat bersyukur karena telah hidup hingga saat ini. Ketika di suatu tempat di peta ada yang menyesali nasibnya, di belahan dunia lain ada yang sangat bersyukur karena anugerah yang diterimanya. Ketika ada yang tiba-tiba menjadi tegar dan semangat untuk menjalani hari-harinya, di sisi lain ada orang yang tiba-tiba menjadi pecundang yang sudah tidak berani lagi untuk melihat hari esok.

Aku bingung…..

Bahkan, saat ini seharusnya aku sudah bercumbu dengan mungil dan imutnya anakku, bersenda gurau dengan manisnya istriku, menjalani malam yang indah…..tetapi kenyataannya: Aku masih sendiri…..

Apa sebenarnya rahasia Tuhan dibalik semua ini???

Hanya satu yang aku tahu pasti dan aku yakini, bahwa semua rahasia Tuhan sangatlah indah. Skenario yang disusun olehNya tidak terjangkau oleh indra manusia, seberat dan seburuk apapun itu. Kita tidak boleh berburuk sangka kepadaNya, sebab Dia sangat sayang kepada kita.

“Bukankah begitu Tuhan??????”

Hanya Metropolis-nya dreamtheater yang menemani-ku dengan setia malam ini:

As a child, I thought I could live without pain without sorrow
As a man I’ve found it’s all caught up with me
I’m asleep yet I’m so afraid

Somewhere like a scene from a memory
There’s a picture worth a thousands words
Eluding stares from faces before me
It hides away and will never be heard of again
Deceit is the second without end

dan hujan pun semakin deras……begitu dingin……

Entry Filed under: Uncategorized. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Arsip

Paling banyak dibaca

Tulisan Terakhir

Klik tertinggi

Yang nyasar kesini:

Komen yang nyasar

antariksa basyam di Cara melupakan masa lalu
woco di Cara melupakan masa lalu
banda di Manfaat Musik untuk Kehid…
Pasang Iklan di Pembagian Daging Kurban y…
chieghiet_kuningan j… di Cara melupakan masa lalu
rerel di Setting pulsa im3 GPRS di…
earha di Cara melupakan masa lalu
irawan di Sekarang punya modem
rheny di Cara melupakan masa lalu
aan di Setting pulsa im3 GPRS di…
samid di Setting pulsa im3 GPRS di…
udhe di Setting pulsa im3 GPRS di…
Fery di Cara melupakan masa lalu
fasihul di Setting pulsa im3 GPRS di…
yERY dWI sUSANTO di Optimalisasi Windows XP (lewat…

Komen yg ndak lulus sensor

Blogroll

Halaman

Meta