Arya Fikri Irfany: Part II
Januari 21, 2009
Ketika engkau lahir, sempat muncul kegalauan dan kebingungan dalam hatiku, ayahmu, nama apa yang kuberikan padamu, sebagai title yang akan kau bawa sampai akhir hayatmu kelak, yang akan selalu disebut-sebut, yang akan selalu engkau dengar sepanjang hidupmu, yang akan kau tulis dalam setiap kertas sebagai tanda pengenalmu, yang akan menjadi kata-kata yang engkau dengar dari ayah dan ibumu ketika memanggilmu, yang akan selalu kubanggakan, yang akan kau bawa di hadapanNya kelak.
Sebagai bentuk penghormatanku, ayahmu, terhadap ke-empat orangtuaku, maka kucantumkan nama yang mereka usulkan untuk disematkan pada dirimu. Nama yang sangat bagus, dan sarat dengan doa. ARYA FIKRI IRFANY. Itulah namamu anakku.
Arya adalah air yang mengalir yang memberikan kedamaian dan ketenangan. Fikri adalah seorang pemikir yang pintar dan cerdas. dan Irfany mempunyai arti engkau mampu membuka, mengetahui, dan mempelajari makna dan ilmu pengetahuan secara mendalam dengan petunjuk cahaya Tuhan.
ARYA FIKRI IRFANY berarti seorang pemikir yang pintar dan cerdas yang mengetahui dan memahami makna keilmuannya dan mampu memberikan kedamaian dan ketenangan bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
Bermacam nasehat dan masukan telah aku dengarkan dari setiap insan manusia yang kutanya dan kumintai pendapatnya. semua aku terima dan aku tampung dengan senang hati, sebagai tanda bahwa mereka peduli dan sayang kepada kita. Namun, bagaimanapun aku tidak mau terjebak kepada wacana tentang “jangan memberi nama anak terlalu berat, karena belum tentu anak tersebut mampu memikul makna nama tersebut“.
Percayalah anakku, tidak ada sedikitpun terbersit dalam pikiranku untuk memberikan sedikitpun beban hidupku padamu. Aku selalu berdoa, agar hidupmu kelak lebih baik dan lebih beruntung dari ayahmu, dan segala aral rintangan yang pernah kualami tidak akan pernah kau alami. Akan kuberikan yang terbaik yang bisa kuberikan. Akan kuceritakan segala kebaikan dan keburukan dunia, agar engkau tau dan mengerti, bahwa dunia hanyalah sementara, bahwa segala yang tampak adalah semu belaka, bahwa ada dua sisi kehidupan di dunia…
Perlahan, dikesunyian malam ini, kupetik gitar, dan kualunkan sebuah lagu dari Kla Project untukmu:
Dan kukecup lembut keningmu
Rasa haru luluh jua
Jangan dulu terjaga sampai pagi tiba
Menjemput hari
Tidurlah tidur bintang kesayanganku
Bersinar menerangi sukma
Engkaulah juga yang jadi alasan
Hingga kupacu semangat hidup menyimpan harapan
Kelak satu saat nanti kau beranjak dewasa
Pilihlah jalan lurus nan murni tempatmu melangkah
Menuju cita mengenggam asa
Kau tentukan warna tuk hidupmu
Sejak dari mula lebih baik kau jaga langkah
Berbekal waspada
Karena aku percaya bahwa nama adalah doa, AMIN
Alhamdulillah
Entry Filed under: Uncategorized. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
CDMA EVDO Rev A | Januari 22, 2009 at 9:11 am
.
Sekali lagi selamat, ya boss….
Semoga makin rajin cari duit, ndak ngeblog mulu….
2.
dhieeewhe | Januari 22, 2009 at 10:55 am
ihh …. lucu anaknya
cewek apa cewok sich ?
^_^
Cowok tu, ngganteng kayak aku kan???
3. Menyayangi anak disaat Flu….. « this is my nice world | Maret 31, 2009 at 8:34 am
[...] Tapi yang jelas, karena saya sakit flu, sedangkan hasrat saya untuk menggendong anak masih menggebu-gebu dan tidak bisa saya bendung bagaikan air Danau Situ Gintung yang jebol, jadi saya memutar otak mencari cara agar saya tetap dapat menggendong anak saya tersayang. [...]